Kampus yang Menjanjikan Masa Depan Anak Anda

Kampus yang Menjanjikan Masa Depan Anak Anda

Banyaknya Kampus di Indonesia

Ada banyak kampus yang ada di Indonesia. Mulai dari sekolah tinggi, politeknik, universitas, dan lainnya. Dilansir dari kelembagaan.ristekdikti.go.id, terdapat lebih dari 2000 sekolah tinggi, 1000 akademi, 500 universitas, 200 politeknik, dan 100 institut.

Tentunya ini adalah hal yang menggembirakan, karena dengan begitu makin banyaknya populasi dengan pendidikan tinggi di Indonesia. Namun di sisi lain, tentunya perlu ditilik, apakah kelak di kampus tersebut, putra-putri anda tak hanya mendapatkan ilmu dari segi akademis, namun juga peluang masa depan yang cerah.

Meski di tengah banyaknya perguruan tinggi yang ada di Indonesia, perlu dilihat juga kualitas lulusannya bagaimana. Pun juga dilihat seberapa tingginya tingkat penyerapan lulusan kampus pada angkatan kerja.

 

Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK)

Perguruan tinggi kedinasan menjadi salah satu kampus yang diincar oleh banyak orang. Misalnya Politeknik Keuangan Negara STAN, PTK dengan jumlah pendaftar yang paling banyak. Pada tahun 2018  ini, tercatat ada 140.000 lebih pendaftar untuk jumlah kuota penerimaan 7301. Angka tersebut menunjukkan begitu tingginya minat lulusan SMA untuk mendaftar di PTK tersebut.

Saat dilakukan survey kecil-kecilan kepada peminat PKN STAN, ini 3 alasan yang memotivasi mereka:

  1. Kuliah gratis
  2. Setelah lulus bisa langsung bekerja
  3. Ingin membanggakan / meringankan beban orang tua

Hal ini bagus, ketika para calon lulusan SMA ini sudah dapat rencana akan masa depan dan tujuannya. Namun perlu diakui bahwa cukup banyak juga anak-anak SMA yang masih bingung, ingin melanjutkan pendidikan tingginya kemana. Nah, di sini sangat diperlukan peran orang tua dalam memberikan bimbingan dan arahan untuk mereka.

Lebih lanjut, ini dia keunggulan dari kuliah di PTK, khususnya PKN STAN:

  1. Biaya kuliah gratis
  2. Lulusan PKN STAN ditempatkan di Kementerian Keuangan
  3. Fasilitas perkuliahan memadai
  4. Standar kurikulum yang bagus
  5. Elemen Kampus yang keren
  6. Berpeluang tinggi melanjutkan kuliah ke luar negeri

 

Peran Orang Tua Sangat Dibutuhkan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sangat diperlukan bimbinan dan arahan orang tua dalam membantu anak-anaknya memilih tempat pendidikan lanjutan. Karena bahkan beberapa mahasiswa yang sudah menjalani perkuliahan selama beberapa semester ataupun bahkan telah wisuda, menyesali pilihan kampus mereka.

Dengan berbagai hal tersebut orangtua juga penting untuk ikut mencarikan info mengenai kampus-kampus dan membimbing anak-anaknya. Tak hanya itu, orangtua juga perlu memberikan dukungan moril dan materil dengan berupaya memberikan fasilitas pembelajaran bagi anak-anaknya untuk bisa masuk ke kampus incaran. Baik itu buku pembelajaran, maupun bimbingan belajar yang tepat.

 

Ketahui Perbedaan PTN, PTS, dan PTK

Ketahui Perbedaan PTN, PTS, dan PTK

Kamu siswa SMA/sederajat? Mau lanjut kuliah? Tapi masih rada bingung mau melanjutkan kemana?

Nah, sebelumnya, kamu mesti tahu dulu, apa aja sih jenis-jenis perguruan tinggi yang ada dan dapat menjadi pilihan untuk melanjutkan pendidikan. Dengan mencari tahu info tersebut, kamu bisa dapat bayangan bagaimana perbedaan di masing-masing jenis perguruan tinggi tersebut..

Nah, cek info berikut ini, perbedaan antara Perguruan Tinggi Negeri vs Perguruan Tinggi Swasta vs Perguruan Tinggi Kedinasan (PTN vs PTS vs PTK):

  1. Biaya kuliah

PTN:

Biaya kuliah di PTN kini ditentukan oleh tingkat Uang Kuliah Tertulis (UKT) yang diperoleh masing-masing mahasiswa. Dengan sistem UKT, mahasiswa akan membayar biaya pendidikan sesuai dengan tingkat ekonomi orang tua. Dari yang membayar Rp500.000 , hingga membayar puluhan juta, ada.

PTS:

Nah, untuk PTS, ada beberapa yang biayanya lebih murah dibanding PTN. Namun umumnya, biaya kuliah PTS lebih mahal. Hal ini disebabkan kepemilikan swasta sehingga untuk operasional kampus memang dibebankan pada uang kuliah yang dibayarkan oleh mahasiswa.

PTK:

Dari segi jumlah, PTK memang jauh lebih sedikit dibanding PTN dan PTS. Namun PTK langsung dikelola oleh kementerian yang menanunginya. Misalnya nih, Politeknik Keuangan Negara STAN yang dinaungi oleh Kementerian Keuangan, Intitut Pemerintahan Dalam Negeri yang dinaungi Kementerian Dalam Negeri, atau Universitas Pertahanan yang berada dalam naungan Kementerian Pertahanan. D PTK, hampir semuanya tanpa biaya pendidikan, alias gratis.

 

  1. Kecepatan bekerja setelah lulus

PTN:

Lulusan PTN biasanya melalui masa-masa menganggur dulu sebelum mendapat pekerjaan pertamanya. Biasanya tiap orang bervariasi, ada juga yang langsung dapat kerja setelah lulus, namun hanya beberapa. Ada yang harus melewati masa tunggu sebulan, tiga bulan, enam bulan, bahkan ada juga yang setahun.

PTS:

Sama dengan PTN, lulusan PTS memang melalui masa tunggu terlebih dahulu untuk mendapatkan pekerjaan, meski ada juga yang langsung bekerja setelah lulus. Sebagian ada juga yang memilih untuk mengambil kelas karyawan di perkuliahan, sehingga ia sudah dapat bahkan ketika kuliah.

PTK:

Sesuai dengan namanya, kedinasan. Lulusan PTK ada ikatan dinas, sehingga ketika wisuda lulus, langsung melakukan pengabdian sesuai dengan lembaga atau instansi yang menaunginya. Misalnya nih, lulusan PKN STAN yang langsung bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan.

 

  1. Ujian saringan masuk

PTN:

Ketat. Karena yang masuk PTN banyak. Namun PTN biasan mya menyediakan tiga jalurlon mah  masuk untuk para calon mahasiswa. Yang pertama jalur undangan. Jalur ini bekerja sama dengan pihak sekolah, dan yang lolos jalur ini biasanya yang mempunyai ranking dan nilai yang bagus di kelasnya.

Jalur selanjutnya ialah jalur tes tertulis secara nasional. Tanggal ujian dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Selanjutnya jalur ketiga ialah jalur mandiri. Di jalur masuk ini, langsung PTN yang bersangkutan yang mengadakan ujian di kampusnya untuk diikuti para calon mahasiswa yang berminat.

PTS:

Di PTS umunya terdapat dua jalur. Yaitu jalur ujian yang langsung dilaksanakan di kampus yang bersangkutan. Jalur yang lain yaitu jalur beasiswa, dimana PTS menawarkan kepada siswa kelas 12 yang akan lulus untuk mendapatkan beasiswa kuliah di PTS tersebut.

PTK:

Sangat ketat, terdiri dari beberapa tahap, namun hanya satu jalur. Di 2018 ini, ujian masuk PKN STAN terdiri dari Ujian Tes Tertulis, TKK dan TKD  Hal ini dikarenakan peminat yang begitu banyak dan memang yang dicari benar-benar yang memenuhi kualifikasi.

 

Nah,  itu dia perbandingan PTN, PTS, dan PTK. Dengan info di atas, diharapkan kamu bisa memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan kamu, dan juga yang paling memberikan kamu peluang yang bagus di masa depan nih.

Seperti kata pepatah, Tuntulah Ilmu Sampai Ke negeri China… Kejar terus cita-citamu ya…

 

 

 

 

6 Hal yang Wajib Kamu Ketahui tentang PKN STAN

6 Hal yang Wajib Kamu Ketahui tentang PKN STAN

Haloo Pejuang STAN

Jangan ngaku ingin masuk PKN STAN jika kamu tidak mengetahui enam hal tentang PKN STAN berikut… Nah, kalau ternyata kamu beneran belum tahu, nggak apa. Kali ini ada artikel yang akan menginformasikan enam hal yang perlu diketahui tentang kampus kedinasan satu ini. Yuk baca infonya….

  1. Kuliah Gratis

Kuliah di PKN STAN itu gratis lho. Kamu hanya perlu mengeluarkan uang saat pendaftaran di awal sebesar Rp300.000. Setelah itu kamu tak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk proses pendidikan yang kamu jalani di sini. Bahkan mahasiswa juga disediakan alat tulis oleh kampus. Makanya seleksi masuk PKN STAN cukup ketat, karena akan dipilih putra-putri terbaik bangsa yang akan disubsidi 100{37f4a7b0856dd1d451bf403ef721b69b40a563c4267bde854955aed441f5196e} biaya pendidikannya dari negara dan akan dipersiapkan menjadi punggawa keuangan negara.

 

  1. Ada 4 Jurusan

Terdapat empat jurusan dengan total 10 prodi di kampus ini, yaitu Jurusan Pajak, Akuntansi, Kepabeanan dan Cukai, serta Manajemen Keuangan. Masing-masing jurusan mempunyai warna identitas lho. Ada yang kuning, hijau, biru, dan merah.

 

  1. Lokasi dan Perkuliahan

Sebelum tahun 2017, lokasi kuliah mahasiswa tersebar di kampus utama dan kampus cabang yang ada di beberapa kota di Indonesia. Namun sejak 2017, proses perkuliahan fokus di kampus utama PKN STAN yang terletak di Jl. Bintaro Utama sector 5, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Perkuliahan berlangsung Hari Senin-Sabtu, tergantung jadwal. Dan sama seperti politeknik pada umumnya, mata kuliah sudah dipaketkan. Karena memang mahasiswa diprogram untuk lulus tepat waktu sesuai dengan prodinya.

 

  1. Banyak Organisasi Keren

Anak STAN nggak hanya fokus belajar saja yah.. Meski tugas utama sebagai mahasiswa memang belajar, namun anak STAN juga mengembangan dirinya di organisasi-organisasi yang ada di kampus. Jika di sekolah namanya ekskul, di PKN STAN lebih dikenal dengan sebutan Elemen Kampus.

Terdapat puluhan Elemen Kampus nih, antara lain Kopma, Teater Alir, 7Spades, Stapala, dan lainnya. Yuk ikuti yang sesuai dengan minat dan bakatmu. Sebelumnya pastikan dulu kamu sudah menjadi mahasiswa PKN STAN yah.

 

  1. Ikatan Dinas

PKN STAN berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. Sehingga, begitu wisuda, lulusannya akan menjalani ikatan dinas atau langsung bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan. Meski ada juga sebagian lulusan yang bekerja di lingkungan non-kemenkeu, sesuai kebutuhan instansi yang bersangkutan. Seru kan… Di saat lulusan kampus lain biasanya melewati masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan, lulusan PKN STAN langsung bekerja setelah lulus lho…

 

  1. Gaji Lulusan di Atas 5 Juta

Gaji lulusan prodi DI, minimal mencapai 5 juta lho… Apalagi gaji lulusan DIII dan DIV, di atas itu tentunya. Meski gaji lulusan PKN STAN tinggi, namun bukan berarti anak STAN itu money oriented yah.. Tentunya semangat pengabdian juga dipupuk sedemikian rupa di kampus ini.

 

Itu dia enam hal yang wajib kamu tahu mengenai PKN STAN. Terdapat banyak keunggulan yang tidak dimiliki oleh kampus lain. Setelah ini, semoga kamu bisa lebih termotivasi untuk mempersiapkan diri agar bisa diterima di kampus ini ya…

Ada banyak info-info menarik lainnya lagi lho… Ikuti terus artikel berikutnya…

4 Jurusan yang Ada di PKN STAN + Prospek Kerjanya

4 Jurusan yang Ada di PKN STAN + Prospek Kerjanya

Pejuang STAN Wajib Tahu

 

Kamu lagi mempersiapkan diri untuk kuliah di PKN STAN? Nah, di balik berbagai alasan kamu untuk kuliah di kampus kedinasan ini, kamu juga wajib tahu dulu… Apa aja sih jurusan yang ada di PKN STAN? Yuk simak info berikut, agar kamu bisa pilih jurusan yang sesuai dengan diri kamu. Plus juga ada info mengenai prospek kerja di masing-masing jurusan lho…

  1. Akuntansi

Meski di kampus lain, banyak terdapat Jurusan Akuntansi, tapi yang pasti lulusan dari PKN STAN dengan kampus lain berbeda dong…  Jurusan Akuntansi di PKN STAN terdiri dari dua prodi, yaitu DIII dan DIV atau setara dengan SI.

Karena ilmunya yang banyak dibutuhkan oleh berbagai intansi, lulusan Akuntansi kelak tak hanya ditempatkan di lingkungan kerja Kementerian Keuangan. Namun juga bisa ditempatkan di instansi yang lainnya.

 

  1. Pajak

Dari data, peminat untuk Jurusan Pajak cukup banyak dibanding jurusan yang lainnya yah. Hal ini mungkin saja dikarenakan Jurusan Pajak yang juga menerima kuota mahasiswa yang lebih banyak sehingga para pendaftar SPMB PKN STAN berpikir bahwa lebih berpeluang untuk lulus di sini. Namun dari data, kuota yang banyak berbanding lurus dengan jumlah pendaftar.

Lulusan jurusan ini nantinya akan bernaung di bawah Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak. Untuk penempatan, ada yang di pusat di wilayah kementerian. Dan ada yang tersebar ke penjuru negeri. Wah, bisa jalan-jalan nih…

 

  1. Kepabeanan dan Cukai

Jurusan ini biasanya disingkat juga dengan BC, terdiri dari prodi DI dan DIII. Agak berbeda dengan jurusan lainnya, di jurusan satu ini tidak hanya belajar di dalam kelas saja. Namun fisik calon lulusan BC juga disiapkan. Ada latihan-latihan yang rutin dilakukan oleh mahasiswa BC, seperti lari, push up, dan lainnya. Oh iya, selain fisik, kamu juga perlu meningkatkan Bahasa Inggris kamu nih di sini.

Hal ini wajar, karena kelak lulusan BC akan ditempatkan di bandaram pelabuhan, maupun daerah-daerah perbatasan. Khususnya bagi yang putra, akan berjaga untuk melindungi negara dari ancaman penyelundupan berbagai barang yang rawan terjadi di perbatasan. Sementara lulusan putrid focus untuk menangani bagian administrasi.

Untuk prospek karir ke depan, otomatis lulusan jurusan ini kelak akan menjadi pegawai di lingkungan Dirjen Kepabeanan dan Cukai.

 

  1. Manajemen Keuangan

Jurusan ini memiliki tiga prodi, antara lain prodi DI Kebendaharaan Negara, DIII Kebendaharaan Negara, atau biasa disingkat KBN. Terakhir prodi DIII Manajemen Aset. Ilmu-ilmu di sini eksklusif lho, dan tidak ditemukan di kampus lain. Jadi jika kamu ingin mempelajari mengenai kebendaharaan negara dan manajemen aset, maka masuk PKN STAN dulu yah…

Lulusan jurusan umunya ini akan berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Anggaran. Meski intansi lain pun juga membutuhkan lulusan Manajemen Keuangan seperti BPK, BPPK, dan lainnya.

 

Nah, itu sekilas mengenai jugrusan-jurusan yang ada di PKN STAN. Dengan begitu semoga kamu makin mengenal jurusan tersebut dan jadi tahu kamu cocok di mana.. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai per jurusan, tunggu artikel selanjutnya yahh…

 

Membongkar 5 Tips dan Trik Agar Lulus SPMB PKN STAN 2019

Membongkar 5 Tips dan Trik Agar Lulus SPMB PKN STAN 2019

Halo Infiniters, sudah sejauh mana persiapan kamu untuk masuk ke PKN STAN? Berdasarkan data tahun lalu, persiapan kamu tinggal hitungan bulan lagi. Nah, kamu harus melakukan persiapan dengan sebaik mungkin. Tips dan trik ini bisa membantu kamu untuk lulus PKN STAN 2019, karena berdasarkan pengalaman dan wawancara ke beberapa alumni STAN tahun 2017 dan 2016, ini dia hal-hal yang mereka lakukan hingga akhirnya kini menjadi STANer.  Yuk simak ya…

  1. Pastikan tujuan dan luruskan niat

Hampir semua anak STAN,  punya tujuan dan alasan yang kuat kenapa mereka harus lulus STAN. Karena berdasarkan pengalaman, niat dan tekad yang nggak kuat, malah menjadikan daya juang jadi lemah hingga akhirnya sebagian besar gagal di USM STAN.

So, tanya lagi ke diri kamu sendiri, tujuannya sebenarnyakamu masuk STAN apa? Misanlya, mau meringankan beban ortu karena biaya kuliah di STAN itu gratis. Atau cita-cita kamu ingin menjadi abdi negara yang keren dan jujur, nah peluang untuk itu bakal lebih terbuka jika kamu jadi mahasiswa STAN.

 

Lakuin tips nomor 1 ini agar setelah kamu benar-benar tahu tujuanmu dan meluruskan niatmu, kamu bakal ada motivasi besar dan lebih semangat untuk bisa mewujudkannya.

 

  1. Ikut bimbingan

Sebenarnya, tanpa ikut bimbingan belajar atau bimbel pun, kamu juga udah bisa belajar sendiri untuk persiapan. Tapi ada beberapa perbedaannya. Di bimbel stan, karena ada kurikulumnya, kamu bisa belajar dengan lebih terstruktur.

 

Ditambah dengan adanya pengajar, tentu jadi fasilitator kamu untuk memahami materi dan sebagai tempat bertanya jika kamu nggak paham. Bersama dengan teman-teman yang berjuang untuk keinginan yang sama pun, akan membuat semangatmu lebih terpacu.

 

  1. Latihan soal

Nah, kamu mesti rajin nih bahas soal-soal. Dengan kamu mengetahui soal seperti apa yang muncul nantinya, serta kamu bisa ingat, gimana sih pola untuk ngejawab soal USM.

Tujuannya, tentu saja supaya kamu bisa terlatih dan bisa cepat dalam menjawab soal ketika ujian berlangsung. Kamu juga mesti memanajemen waktu kamu saat mengerjakan soal. Waktu ujian yang terbatas mesti kamu atur sebaik-baiknya untuk menjawab soal yang tak sedikit.

 

  1. Kontinyu

Belajar dan latihan soal di atas, perlu kamu lakukan dengan kontinyu, alias rutin. Ketika kamu skip beberapa hari untuk belajar ataupun latihan soal, bisaaja kamu jadi lupamateri atau  kemungkinan semangat kamu bisaaja jadi down, sehingga untuk memulainya lagi jadi malas.

 

  1. Berdoa dan minta ridho ortu

Ini juga penting. Ridho Allah berasaldari ridho orang tua. Dengan berdoa, kita juga sedang “mengetuk pintu langit”, agar apa yang kita inginkan bisa tercapai dan dikabulkan oleh-Nya..

 

Setelah mendapat tips dan trik di atas, sekarang giliranmu yang mengaplikasikannya. Jika faktor eksternal sudah mendukung, kini faktor internal, yaitu faktor dari dalam diri kamu sendiri yang mesti kamu dorong. Pun jika faktor eksternal tidak terlalu mendukung, dengan faktor internal dalam diri kamu yang luar biasa, halangan biasanya akan terlewati. Tetap semangat untuk mencapai mimpi dan apa yang kamu inginkan ya Infiniters, dan tetap berjuang. Seperti kata orang bijak:

Life is struggle, no life without a struggle.

Hidup itu perjuangan, tiada hidup tanpa perjuangan.